Meski sudah berbilang tahun
Aku tak menemuinya
Wajahnya terlihat segar
Meski deretan gigi putihnya
Kini sudah menghitam sempurna
Suaranya masih serenyah dulu
Ketika berkisah tentang hidupnya
Yang bagiku luar biasa
Ototnya tetap terlihat kekar
Meski tenaganya telah memudar
Dia masih setia menanti
Keriuhan masa mudanya
Menikmati segala kericuhan
Bocah-bocah kecilnya
Ya, dia menanti
Di sudut bangunan putih
Yang kini menjadi rumahnya
Sebab pengantin bocah kecilnya
Tak sudi berbagi kasih dengannya
Ya, dia menanti
Usapan lembut kekasih hatinya
Yang menunggunya di nirwana
Ya, dia menanti
Panggilan sayang sang penggenggam jiwa
Dalam banyaknya butiran tasbih
Yang menjadi lagu setia hari-harinya
Dan...
Bocah-bocah yang kerap dirindui
Hadir dalam bayang masa senja
Tak jua hendak menyapa sepi hidupnya
Tapi dia...
Lelaki tua itu
Selalu menanti kisahnya kan berakhir
Dengan senyum menghiasi
Dalam setiap gundah hatinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar