Minggu, 22 Desember 2019

DAWAI RASA

Kucoba merangkai nada yang mungkin sama
Dengan nada yang kau punya.
Tak juga kumampu ciptakan lagu itu
Karena dawai yang kupetik ternyata kehilangan
Satu senarnya yg tercecer entah di mana
....
Telah kulewatkan satu dasawarsa untuk menghilangkan
Lukisan dirimu yang tetap terjaga dalam pigura hatiku
Telah kulewatkan satu dasawarsa untuk menghapus semua memori tentangmu yang kuat menancap dalam ingatanku.
Bahkan telah kulewatkan satu dasawarsa untuk melupakan senyummu. Tapi rasa itu tetap singgah, kian mengakar.
Tapi....
Mengapa begitu sulit?
Karena aku jatuh cinta di masa yg tak lagi sama,
Karena aku merindu di waktu yg tak lagi sama,
Tapi denganmu yang sama.
Dan...
Rinduku selalu datang dan pergi layaknya buih. Seolah mampu memecah karang bahkan melampaui tebing.
Namun nyatanya...
Kembali menghempas pantai
Menyisakan hati yg membasah karena tak mampu mencipta dawai rasa yg sempurna.


*Oktober 2014

TENTANG RINDU

Ya, ini tentang rindu
Yang tetap ada dan tak hendak kutiadakan
Yang mengakar kuat dan tak ingin kumatikan
Yang tersimpan rapi, berbingkai nelangsa
Berwarna ungu, biru, dan merah jambu
Ini tentang rindu
Yang kadang mengubah tawaku menjadi tangis pilu
Yang membawa tidurku menjelma mimpi
Hingga tak hendak kusudahi
Ini memang tentang rindu
Yang menjelma dalam syair tak bermakna
Merangkai kata dalam rindu yang seolah tak berujung
Ya....
Tak berujung....
Ini cuma tentang rindu
Yang bertahun-tahun lalu selalu berhasil kusembunyikan
Tak hilang, tak akan kuhilangkan
Karena rinduku, abadi
Melebur dalam tarikan nafasku
Seirama dengan denyut nadiku
Menjadi lagu indah pada detak jantungku
Ya, ini cuma tentang rindu
Yang tak dapat kupahami kegelisahannya
Yang tak bisa kumaknai hanya dengan kata-kata sederhana
Karena rinduku penuh warna
Ini tentang rindu
Yang kupunya
Yang tetap ada
Ya, ini tentang rindu

*Januari 2016

Kamis, 19 Desember 2019

RINDU TAK BERUPA

Jika rinduku berupa kata
Mungkin sudah banyak cerita yang tercipta
Mengisahkan birunya rindu yang mendera
Dalam tiap tarikan nafas yang kuhela

Jika rinduku berupa matematika
Sudah jutaan angka yang kuguna
Untuk menghitung banyaknya rindu
Yang memenuhi ruang pikirku

Jika rinduku berupa zat kimia
Entah berapa senyawa yang tercipta
Kuaduk, kucampur untuk menuntaskan rasa
Yang menggayuti ruang hampa

Jika rinduku berupa warna
Pasti lukisan terindah sudah menjelma
Mengurai rindu dalam dada
Yang warnanya serasi bak bianglala

Sayang,
Rinduku tak berupa
Tak mampu kuwujud dalam apa
Hanya sunyi yang senantiasa ada



P. Tualang, 19 Des 2019

Selasa, 03 September 2019

SURAT TANPA ALAMAT

Hai X
Apa kabarmu?
Kuharap kau baik-baik saja
Jika kau baca suratku ini
Mungkin keajaiban telah terjadi
Karena surat ini tanpa alamat...
Kutujukan padamu
Tanpa tahu harus kualamatkan kemana

X
Aku cuma ingin mengucap maaf
Yang tak pernah bisa kuungkap padamu
Saat pertemuan singkat kita
Maaf atas segala rasa yang tak pernah bisa
Kita tuntaskan
Sebelum waktu berpisah tiba

X
Jangan marah padaku ya...
Karena aku pergi tanpa pamit
Karena pergiku pun tak terencana
Tapi memang aku harus pergi
Karena dia menjemputku
Pada waktu yang tak kutahu
Kapan dan dimana...

Yang kutahu X
Kepergianku pasti meninggalkan
Sejuta tanya bagimu
Dan aku pun tak kan bisa lagi menjawabnya
Karena malaikat bersayap itu
Sudah menjemputku

Senin, 05 Agustus 2019

CINTA YANG TUMBUH


X
Tahukah kau?
Ketika pertama melihatmu
Bara yang hampir menjadi api di dadaku seketika padam
Melemah tak berdaya
Tak menyisakan asa sedikitpun
Bahkan, aku telah patah hati
Sebelum jatuh cinta

X
Aku gelisah, resah
Berlama-lama di dekatmu sangat menyiksa
Tapi aku pun tak bisa jauh darimu
Karena pesonamu yang makin kuat mengukungku
Riuhnya suaramu menggetarkan jiwaku

X
Pernah aku mencoba lari
Sengaja menjauh darimu
Ada sedikit bahagia karena inginku hampir nyata
Tapi,
Kenyataan tak seindah angan
Inginku tak kesampaian
Semesta tak merestui pelarian terencanaku
Dan lagi, aku harus kembali padamu
Yang tetap menyambutku dengan senyum hangatmu

X
Sekian lama membersamaimu
Aku semakin mengenalmu
Meski kadang masih kulakukan dengan terpaksa
Tapi bara itu kembali menyala
Semakin menghangat
Tersulut indahnya pesonamu yang tak lekang karena egoku
Aku jatuh cinta X
Untuk yang pertama
Setelah hatiku pernah patah dulu
Tak ingin kulepaskan
Tak ingin kuhilangkan
Aku tak ingin patah dua kali
Padahal merasai cinta baru sekali

X
Ajari aku mendaki keras dan terjalnya cinta
Menjalani liku dan indahnya kehidupan
Biarkan cintaku tumbuh subur
Hingga masaku tiba...

#penuhcinta 💓

Jumat, 26 Juli 2019

LELAKI YANG MENANTI

Senyumnya tak lekang
Meski sudah berbilang tahun
Aku tak menemuinya
Wajahnya terlihat segar
Meski deretan gigi putihnya 
Kini sudah menghitam sempurna
Suaranya masih serenyah dulu
Ketika berkisah tentang hidupnya
Yang bagiku luar biasa
Ototnya tetap terlihat kekar
Meski tenaganya telah memudar

Dia masih setia menanti
Keriuhan masa mudanya
Menikmati segala kericuhan
Bocah-bocah kecilnya
Ya, dia menanti
Di sudut bangunan putih 
Yang kini menjadi rumahnya
Sebab pengantin bocah kecilnya
Tak sudi berbagi kasih dengannya
Ya, dia menanti
Usapan lembut kekasih hatinya
Yang menunggunya di nirwana
Ya, dia menanti
Panggilan sayang sang penggenggam jiwa
Dalam banyaknya butiran tasbih 
Yang menjadi lagu setia hari-harinya

Dan... 
Bocah-bocah yang kerap dirindui
Hadir dalam bayang masa senja
Tak jua hendak menyapa sepi hidupnya
Tapi dia...
Lelaki tua itu
Selalu menanti kisahnya kan berakhir
Dengan senyum menghiasi
Dalam setiap gundah hatinya


Minggu, 14 April 2019

LUKISAN CINTA


Genap sudah satu dasawarsa...
Menapaki terjalnya cadas
Bergelut panas, berteman ganas
Lumpur dan debu hiasan abadi
Keluh, peluh, lusuh
Berpadu satu

Selasa, 26 Maret 2019

MENUJU SENJA

Masih setia di sini
Bersamamu, menuju senja
Sambil menatap kelopak mawar kita
Yang mekar, memamerkan keanggunannya
Di antara duri nan perkasa

Di sini, kita menuju senja
Sambil berbagi cerita
Tentang rumput liar yang selalu ada di sana
Tentang pepohonan yang kini meneduhi istana kita
Tentang burung-burung yang membangun sarangnya tepat di celah atap rumbia
Hingga kala fajar tiba, celoteh mereka meramaikan tasbih yang menggema
Menembus ke haribaan-Nya
Mengagungkan nama-Nya

Dan kita masih di sini
Merajut bekal perjalanan menuju senja
Sambil memupuk kisah kasih
Yang berliku, terseok, bahkan terpuruk
Tak berdaya
Tapi bersamamu, lelahku tak terasa
Karena senja ini milik kita

Di sini, kita menuju senja
Dan bersiap pulang
Jika senja telah menutup sempurna....

Kamis, 21 Februari 2019

Video Hymne Bahasa Indonesia


Berikut saya sajikan Hymne Bahasa Indonesia, selamat menikmati!



Perangkat Pembelajaran

PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 7



Sebagai seorang guru, tidak lengkap rasanya jika kita tidak mempersiapkan bahan untuk mengajar. Ibarat orang yang akan bertempur tanpa membawa senjata, konyol bukan? Jadi, perangkat pembelajaran merupakan hal yang wajib dibuat oleh seorang guru.

Rabu, 20 Februari 2019

TENTANGMU

SOSOK

Mengenal-Mu
adalah karunia bagiku
mengeja nama-Mu
saat pertama
mampu kuucapkan kata
lewat lantunan syahdu
ibu dan ayahku

Selasa, 19 Februari 2019

Pelatihan Online

Mengikuti Pelatihan Online

Mengikuti pelatihan online sebenarnya bukan hal baru bagi saya. Beberapa kali sudah pernah saya ikuti tetapi seringnya tidak tuntas. Tapi kali ini memang berbeda. Pelatihan online yang saya ikuti kali ini benar-benar membuat saya 'agak sedikit' kewalahan. 
Awalnya saya mendaftar menjadi anggota IGI (Ikatan Guru Indonesia) pada bulan Juli tahun lalu. Saat itu saya 'hanya' sekedar mendaftar dan mulai mengikuti pelatihan online Sagusanov. Karena tidak disertai niat yang kuat, akhirnya pelatihan tidak bisa saya tuntaskan, hehehe....

TENTANGKU

DOA

Aku
bersimpuh di sini 
tanpa suara
hanya mampu 
melihat-Mu
dalam heningnya malam
yang membelitku

Aku
tengadah pada-Mu
memohon segala
yang kurasa 
pantas buatku
dengan sedikit memaksa

Aku
letih meminta
karena ternyata
yang kuadukan pada-Mu
belum menjelma

Kata mereka
Kau memberi apa yang kuperlu
bukan apa yang kuburu


➤➤ Langkat, 19 Feb 2019




Sebelum Hujan

Kemarin, Aku menemukanmu Dalam dekap kabut yang menggantung Pekat dan dingin Aku tak mampu bicara Hanya menatapmu dalam diam Pun kau seperti...