Kucoba merangkai nada yang mungkin sama
Dengan nada yang kau punya.
Tak juga kumampu ciptakan lagu itu
Karena dawai yang kupetik ternyata kehilangan
Satu senarnya yg tercecer entah di mana
....
Telah kulewatkan satu dasawarsa untuk menghilangkan
Lukisan dirimu yang tetap terjaga dalam pigura hatiku
Telah kulewatkan satu dasawarsa untuk menghapus semua memori tentangmu yang kuat menancap dalam ingatanku.
Bahkan telah kulewatkan satu dasawarsa untuk melupakan senyummu. Tapi rasa itu tetap singgah, kian mengakar.
Tapi....
Mengapa begitu sulit?
Karena aku jatuh cinta di masa yg tak lagi sama,
Karena aku merindu di waktu yg tak lagi sama,
Tapi denganmu yang sama.
Dan...
Rinduku selalu datang dan pergi layaknya buih. Seolah mampu memecah karang bahkan melampaui tebing.
Namun nyatanya...
Kembali menghempas pantai
Menyisakan hati yg membasah karena tak mampu mencipta dawai rasa yg sempurna.
*Oktober 2014
Minggu, 22 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sebelum Hujan
Kemarin, Aku menemukanmu Dalam dekap kabut yang menggantung Pekat dan dingin Aku tak mampu bicara Hanya menatapmu dalam diam Pun kau seperti...
-
Senyumnya tak lekang Meski sudah berbilang tahun Aku tak menemuinya Wajahnya terlihat segar Meski deretan gigi putihnya Kini suda...
-
Kabupaten Langkat merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, memiliki luas 6.772 km 2 dan terdiri ...
-
Genap sudah satu dasawarsa... Menapaki terjalnya cadas Bergelut panas, berteman ganas Lumpur dan debu hiasan abadi Keluh, peluh, l...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar