Minggu, 30 Oktober 2022

Sebelum Hujan

Kemarin,

Aku menemukanmu

Dalam dekap kabut yang menggantung

Pekat dan dingin

Aku tak mampu bicara

Hanya menatapmu dalam diam

Pun kau seperti menolak hadirku

Padahal, 

Dalam anganku dulu

Jika kita bertemu

Ada pelangi yang mewarnai

Dan lagu indah mengiringi

Namun nyatanya

Kabut menyelimuti sekelilingmu

Aku tak mampu menyapa

Bahkan untuk sekedar tersenyum

Aku seolah mati rasa

Tiba-tiba kau melangkah

Mendekat dengan pasti ke arahku

Sambil tersenyum kau berkata,

"Pergilah, sebelum hujan turun."

Dan tanpa kusadari, kau telah menjauh

Bersama kabut yang kian menebal

Di sini, sebelum hujan

Kupandangi pergimu

Dengan hati nelangsa

Sebelum hujan,

Namun pipiku, basah




Tanjung Selamat, 15 Juni 2022

Sebelum Hujan

Kemarin, Aku menemukanmu Dalam dekap kabut yang menggantung Pekat dan dingin Aku tak mampu bicara Hanya menatapmu dalam diam Pun kau seperti...