Kabupaten
Langkat merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara,
memiliki luas 6.772 km2 dan terdiri dari 23 kecamatan. Kabupaten
yang beribukota di Stabat ini berada tidak jauh dari Kota Medan. Kabupaten
Langkat termasuk salah satu kabupaten yang wilayahnya sebagian besar digunakan
untuk kawasan hutan lindung dan kawasan lahan budidaya.
Kawasan hutan lindung yang terbentang di Kabupaten ini adalah Taman
Nasional Gunung Leuser yang menyimpan sejuta pesona, satu di antaranya adalah kawasan
wisata Tangkahan yang terletak di Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan.
Kawasan yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser ini
merupakan salah satu tempat ekowisata yang menawarkan pengalaman sekaligus
sensasi ketika menjelajahinya.
Untuk menuju ke lokasi, hanya bisa ditempuh melalui jalur darat dengan
menggunakan Bus Pembangunan Semesta (PS), mobil, atau sepeda motor. Jika dari
Medan dan Anda menggunakan bus, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 110 –
120 km dan membutuhkan waktu selama lebih kurang 4 jam karena tentu saja supir
bus terkadang harus berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Waktu
tempuh juga bisa menjadi lebih lama karena ada beberapa bagian jalan sudah
tidak beraspal bahkan ada yang belum tersentuh aspal sama sekali. Bus yang
menuju ke sana pun hanya dua kali dalam sehari. Karena itu, Anda harus
benar-benar menyesuaikan jadwal keberangkatan jika tidak ingin ketinggalan bus.
Mengendarai sepeda motor merupakan alternatif lain bila ingin lekas sampai
ke sana. Hanya saja, debu kemarau, jalan berbatu, atau jalan yang berubah licin
jika musim hujan merupakan tantangan tersendiri bagi Anda. Tapi menurut
pengamatan saya, pengunjung memang lebih banyak yang menggunakan sepeda motor.
Mungkin karena lebih mudah untuk menghindari bebatuan di sepanjang yang memang
lumayan banyak. Namun demikian, ketika sampai di lokasi wisata yang sudah dikenal
wisatawan lokal dan manca negara terutama Eropa dan Australia ini, Anda akan
merasa sangat lega. Karena jika Anda berkunjung pada musim kemarau, air
sungainya benar-benar jernih dan sejuk. Belum lagi air terjun yang bisa kita
temui setelah menyeberangi sungai dan berjalan sedikit, benar-benar terbayar
lelah dan penatnya perjalanan yang memang membutuhkan banyak kesabaran itu.
Pertama kali saya ke lokasi wisata ini sekitar 20-an tahun yang lalu, saat
masih duduk di bangku SMA. Waktu itu kami menyewa bus dengan kapasitas 50
orang. Berangkat dari Medan pagi-pagi sekali karena menurut pembawa informasi,
jalan yang akan dilalui lumayan menantang. Tidak banyak yang membuat saya
tertarik pada saat itu selain airnya yang jernih. Jalan berbatu yang menyiksa
perut dan pinggang membuat saya berpikir untuk tidak akan berkunjung lagi ke
sana. Namun takdir berkata lain, perjalanan hidup rupanya mengharuskan saya
untuk kembali ke sini. Hingga pada pertengahan tahun 2009 saya harus
menginjakkan kaki di bumi Langkat, khususnya Kecamatan Padang Tualang yang
berbatasan dengan Kecamatan Batang Serangan. Berbeda dengan 20 tahun yang lalu,
wajah Tangkahan sudah banyak mengalami perubahan tetapi tetap mempertahankan
nuansa alam yang harmonis, termasuk jalannya yang keren.
Selain merasakan segarnya air sungai Tangkahan, bila beruntung, kita juga
dapat menyaksikan, memandikan bahkan menunggangi gajah. Karena di lokasi ini
j ada penangkaran gajah yang juga menjadi salah satu daya tarik para
wisatawan di daerah ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar