Selasa, 04 Februari 2020

TANGKAHAN, OBJEK WISATA YANG MENJANJIKAN


           Kabupaten Langkat merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, memiliki luas 6.772 km2 dan terdiri dari 23 kecamatan. Kabupaten yang beribukota di Stabat ini berada tidak jauh dari Kota Medan. Kabupaten Langkat termasuk salah satu kabupaten yang wilayahnya sebagian besar digunakan untuk kawasan hutan lindung dan kawasan lahan budidaya.
Kawasan hutan lindung yang terbentang di Kabupaten ini adalah Taman Nasional Gunung Leuser yang menyimpan sejuta pesona, satu di antaranya adalah kawasan wisata Tangkahan yang terletak di Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan. Kawasan yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser ini merupakan salah satu tempat ekowisata yang menawarkan pengalaman sekaligus sensasi ketika menjelajahinya.




Untuk menuju ke lokasi, hanya bisa ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan Bus Pembangunan Semesta (PS), mobil, atau sepeda motor. Jika dari Medan dan Anda menggunakan bus, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 110 – 120 km dan membutuhkan waktu selama lebih kurang 4 jam karena tentu saja supir bus terkadang harus berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Waktu tempuh juga bisa menjadi lebih lama karena ada beberapa bagian jalan sudah tidak beraspal bahkan ada yang belum tersentuh aspal sama sekali. Bus yang menuju ke sana pun hanya dua kali dalam sehari. Karena itu, Anda harus benar-benar menyesuaikan jadwal keberangkatan jika tidak ingin ketinggalan bus.
Mengendarai sepeda motor merupakan alternatif lain bila ingin lekas sampai ke sana. Hanya saja, debu kemarau, jalan berbatu, atau jalan yang berubah licin jika musim hujan merupakan tantangan tersendiri bagi Anda. Tapi menurut pengamatan saya, pengunjung memang lebih banyak yang menggunakan sepeda motor. Mungkin karena lebih mudah untuk menghindari bebatuan di sepanjang yang memang lumayan banyak. Namun demikian, ketika sampai di lokasi wisata yang sudah dikenal wisatawan lokal dan manca negara terutama Eropa dan Australia ini, Anda akan merasa sangat lega. Karena jika Anda berkunjung pada musim kemarau, air sungainya benar-benar jernih dan sejuk. Belum lagi air terjun yang bisa kita temui setelah menyeberangi sungai dan berjalan sedikit, benar-benar terbayar lelah dan penatnya perjalanan yang memang membutuhkan banyak kesabaran itu.
Pertama kali saya ke lokasi wisata ini sekitar 20-an tahun yang lalu, saat masih duduk di bangku SMA. Waktu itu kami menyewa bus dengan kapasitas 50 orang. Berangkat dari Medan pagi-pagi sekali karena menurut pembawa informasi, jalan yang akan dilalui lumayan menantang. Tidak banyak yang membuat saya tertarik pada saat itu selain airnya yang jernih. Jalan berbatu yang menyiksa perut dan pinggang membuat saya berpikir untuk tidak akan berkunjung lagi ke sana. Namun takdir berkata lain, perjalanan hidup rupanya mengharuskan saya untuk kembali ke sini. Hingga pada pertengahan tahun 2009 saya harus menginjakkan kaki di bumi Langkat, khususnya Kecamatan Padang Tualang yang berbatasan dengan Kecamatan Batang Serangan. Berbeda dengan 20 tahun yang lalu, wajah Tangkahan sudah banyak mengalami perubahan tetapi tetap mempertahankan nuansa alam yang harmonis, termasuk jalannya yang keren.
Selain merasakan segarnya air sungai Tangkahan, bila beruntung, kita juga dapat menyaksikan, memandikan bahkan menunggangi gajah. Karena di lokasi ini j ada penangkaran gajah yang juga menjadi salah satu daya tarik para wisatawan di daerah ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebelum Hujan

Kemarin, Aku menemukanmu Dalam dekap kabut yang menggantung Pekat dan dingin Aku tak mampu bicara Hanya menatapmu dalam diam Pun kau seperti...