Senin, 06 Januari 2020

MUKA DUA


Tentu saja,
Kau akan terus membersamainya
Meski kau tahu
Betapa dia tak seperti dia
Yang sesungguhnya

Tentu saja,
Tak sedikit pun celamu padanya
Saat keluh kesah bak madu
Membius sadarmu

Tentu saja,
Tak satu pun sanggahmu untuknya
Saat ratusan kata berbisa
Keluar dari mulutnya

Tentu saja,
Tak jarang air mata dusta
Turut kau berikan padanya
Saat hidupnya yang katanya penuh drama
Dikisahkan padamu

Tentu saja,
Tak ada wajah merah menahan amarah
Meski tiap kali kau temui salah
Pada laku dan sikapnya

Tentu saja,
Senyum manis selalu kau suguhkan
Meski hatimu sendiri mendustakannya

Duhai...
Bilakah nurani merasa?
Jika pendusta kau amini
Malu pun tak lagi kau miliki
Dan, tentu saja
Karena hidupmu sudah dipenuhi bisa
Kau terperangkap dalam penjaramu sendiri
Hingga sulit bagimu untuk pergi
Jangan salahkan aku, jika aku menyebutmu :
Muka Dua!




*28 Okt 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebelum Hujan

Kemarin, Aku menemukanmu Dalam dekap kabut yang menggantung Pekat dan dingin Aku tak mampu bicara Hanya menatapmu dalam diam Pun kau seperti...