Tentu saja,
Kau akan terus
membersamainya
Meski kau tahu
Betapa dia tak
seperti dia
Yang
sesungguhnya
Tentu saja,
Tak sedikit
pun celamu padanya
Saat keluh
kesah bak madu
Membius
sadarmu
Tak satu pun
sanggahmu untuknya
Saat ratusan
kata berbisa
Keluar dari
mulutnya
Tentu saja,
Tak jarang air
mata dusta
Turut kau
berikan padanya
Saat hidupnya
yang katanya penuh drama
Dikisahkan
padamu
Tentu saja,
Tak ada wajah
merah menahan amarah
Meski tiap
kali kau temui salah
Pada laku dan
sikapnya
Tentu saja,
Senyum manis
selalu kau suguhkan
Meski hatimu
sendiri mendustakannya
Duhai...
Bilakah nurani
merasa?
Jika pendusta
kau amini
Malu pun tak
lagi kau miliki
Dan, tentu
saja
Karena hidupmu
sudah dipenuhi bisa
Kau
terperangkap dalam penjaramu sendiri
Hingga sulit
bagimu untuk pergi
Jangan
salahkan aku, jika aku menyebutmu :
Muka Dua!
*28 Okt 2018
*28 Okt 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar