Kemarin,
Aku menemukanmu
Dalam dekap kabut yang menggantung
Pekat dan dingin
Aku tak mampu bicara
Hanya menatapmu dalam diam
Pun kau seperti menolak hadirku
Padahal,
Dalam anganku dulu
Jika kita bertemu
Ada pelangi yang mewarnai
Dan lagu indah mengiringi
Namun nyatanya
Kabut menyelimuti sekelilingmu
Aku tak mampu menyapa
Bahkan untuk sekedar tersenyum
Aku seolah mati rasa
Tiba-tiba kau melangkah
Mendekat dengan pasti ke arahku
Sambil tersenyum kau berkata,
"Pergilah, sebelum hujan turun."
Dan tanpa kusadari, kau telah menjauh
Bersama kabut yang kian menebal
Di sini, sebelum hujan
Kupandangi pergimu
Dengan hati nelangsa
Sebelum hujan,
Namun pipiku, basah
Tanjung Selamat, 15 Juni 2022
